<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Solok Selatan dari mata Wong Cilik</title>
	<atom:link href="http://solselku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://solselku.wordpress.com</link>
	<description>Ketika Wong Cilik Bebas Bicara</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 03:42:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='solselku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a2107786e13b6d6e3541df3633e49115?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Solok Selatan dari mata Wong Cilik</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://solselku.wordpress.com/osd.xml" title="Solok Selatan dari mata Wong Cilik" />
		<item>
		<title>Diklat ICT untuk Pembelajaran</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2009/11/24/diklat-ict-untuk-pembelajaran/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2009/11/24/diklat-ict-untuk-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 03:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[PELATIHAN ICT UNTUK GURU
Salah satu strategi dan kebijakan Dinas Pendidikan ( Bidang Program ) dalam rangka mensinergikan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru di kabupaten Solok Selatan, terutama dalam memanfaatkan ICT untuk pembelajaran adalah dengan mengadakan Diklat Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran, sesuai dengan DPA Dinas Pendidikan Bidang Program dan Perencanaan tahun 2009
TUJUAN
Diklat pemanfaatan ICT untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=87&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>PELATIHAN ICT UNTUK GURU</strong></p>
<p>Salah satu strategi dan kebijakan Dinas Pendidikan ( Bidang Program ) dalam rangka mensinergikan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru di kabupaten Solok Selatan, terutama dalam memanfaatkan ICT untuk pembelajaran adalah dengan mengadakan Diklat Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran, sesuai dengan DPA Dinas Pendidikan Bidang Program dan Perencanaan tahun 2009</p>
<p><strong>TUJUAN</strong></p>
<p>Diklat pemanfaatan ICT untuk  pembelajaran ini bertujuan :</p>
<ol>
<li>Mengoptimalkan proses belajar mengajar kearah lebih berkualitas dan terarah</li>
<li>Meningkatkan kemampuan dan minat guru untuk lebih familiar dengan ICT,</li>
<li>Sehingga guru lebih mudah mengembangkan kompetensinya dengan berbagai sumber yang ada di alam maya</li>
<li>Membentuk klub-klub guru yang saling terkoneksi, sehingga diharapkan guru selalu dapat mengakses semua inovasi yang berhubungan dengan profesinya</li>
</ol>
<p><strong>PESERTA DIKLAT :</strong></p>
<p>Karena keterbatasan daya dan dana, diklat ini direncanakan dengan peserta 40 Orang terdiri dari guru SMP, guru SMA dan SMK.</p>
<p>Dengan kriteria :</p>
<p>-          Prioritas guru mata pelajaran di UN kan</p>
<p>-          Memiliki kemauan memahami IT dan memiliki kemampuan dasar</p>
<p>menggunakan komputer</p>
<p>-          Direkomendasikan oleh Kepala Sekolah</p>
<p><strong>WAKTU DAN TEMPAT</strong></p>
<p>Diklat dilaksanakan selama 3 hari,   di SMKN 1 Solok Selatan ( ICT Center) memanfaatkan ruangan;</p>
<p>-          Lab. KKPI</p>
<p>-          Lab. Akuntansi</p>
<p>-          Lab. Multimedia</p>
<p><strong>STRATEGI DIKLAT</strong></p>
<p>Diklat direncanakan dibagi lagi dua group :</p>
<p>-          Tingkat Dasar</p>
<p>-          Tingkat Lanjutan</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=87&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2009/11/24/diklat-ict-untuk-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APK Pendidikan Solok Selatan</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/apk-pendidikan-solok-selatan/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/apk-pendidikan-solok-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 06:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[solok selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[ PADANG—Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar) Drs Burhasman Bur MM mengatakan, di Sumatera Barat masih ada anak-anak usia sekolah yang belum tersentuh pendidikan. Ini dibuktikan dengan pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) yang belum merata per daerahnya.
Dari data terhimpun di Sumbar, APK mencapai 93,90 persen dan APM 73,01 persen. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=84&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <strong>PADANG—</strong>Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar) Drs Burhasman Bur MM mengatakan, di Sumatera Barat masih ada anak-anak usia sekolah yang belum tersentuh pendidikan. Ini dibuktikan dengan pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) yang belum merata per daerahnya.</p>
<p>Dari data terhimpun di Sumbar, APK mencapai 93,90 persen dan APM 73,01 persen. Tapi setelah dilihat per daerah (19 Kabupaten/Kota), pencapaian tadi berselisih jauh. Ada menonjol, juga ada yang minim. Ini membuktikan dibeberapa daerah masih ada APK-nya dibawah rata-rata.</p>
<p>” Ihwal ini dijadikan dasar perlunya pelaksanaan Workshop Sosialisasi Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun,” kata Busharman Bur dalam pembukaan pelaksanaan Workshop di Gedung LPMP Universitas Negeri Padang, Sabtu (26/4).</p>
<p>Disebutkan Busharman, di tahun 2008, dari 19 persen total anggaran bidang pendidikan di APBD Sumbar; 30 persennya diplot untuk program Wajib Belajar 9 Tahun. Selebihnya dibagi ke sejumlah program lain. Seperti, pendidikan menengah/pendidikan olahraga dan lain-lain.</p>
<p>Disisi pembangunan pishik dan rehab bangunan, di tahun 2007 dana tersebut sudah digulirkan ke 77 unit sekolah di Sumbar. Termasuk membangun SD dan SMP satu atap—fokus ke daerah-daerah yang banyak anak usia sekolah tapi jarang bangunan sekolahnya. Dengan tujuan, mereka (anak-anak usia sekolah) dapat mengecap pendidikan dan tidak perlu jauh-jauh bersekolah.</p>
<p>” Bagi anak-anak yang memiliki serba keterbatasan (tidak mampu), pemerintah juga telah menyiapkan bantuan operasional sekolah (BOS). Sehingga tidak lagi ada alasan (hambatan) bagi orangtua melarang anak bersekolah lantaran tidak memiliki biaya,” katanya.</p>
<p>Antisipasi lain, bisa juga dengan mengajak para masyarakat mampu untuk berpartisipasi. Karena dalam UU Susdiknas berbunyi: peserta didik wajib menanggung sebagian biaya pendidikan. Target yang bakal dicapai adalah menggratiskan biaya sekolah terhadap mereka yang tidak mampu.</p>
<p>Untuk Sumbar, APK Sekolah dasar (SD) Tahun 2008 sudah mencapai 108 persen—jumlah anak SD dibandingkan jumlah penduduk usia 7 tahun sudah melebihi. Sebuah bukti kalau ada anak berumur dibawah 7 tahun dan diatas 7 tahun masuk SD.</p>
<p>APK SD &#8211; SMP, baru 98 persen. Artinya ada masih ada sekitar 2 persen anak usia 7 &#8211; 12 tidak bersekolah. Ditengarai mereka yang tinggal di daerah jauh (terpencil/pelosok). Sedang, APK SMP baru mencapai 90,57 persen—masih ada yang tamat SD tidak melanjutkan ke SMP. Jumlah 9,53 persen tersebut diyakini berusia 13 &#8211; 15 tahun.</p>
<p>Workshop dilaksanakan dari tanggal 26 &#8211; 29 April 2008. Peserta merupakan perwakilah tokoh masyarakat dari 20 Nagari di Sumbar—rata-rata dari daerah yang APK nya rendah. Masing-masing daerah diwakili 3 peserta (Unsur Pemerintahan Nagari, KAN dan Pemuda Nagari). Total peserta berjumlah 60 orang.</p>
<p>Ke 20 nagari selaku peserta: Nagari Situak dan Robi Jonggor, (Kabupaten Pasaman Barat). IV Koto Pulau Punjung (Dharmasraya). Muaro Sei Lalo, Labuh Godang, Sei Bremas (Pasaman). Siberut Utara, Sinara (Kepulauan Mentawai). Rangkiang Kiluih, Sepayang, Sarih Bayang (Solok). Lubuk Godang Timur, Lubuk Ulang Aling ( Solok Selatan). Unggan (Sawahlunto/Sijunjung). Punggasan, Air Haji ( Pesisir Selatan). Kubang Landai, Salimpaung (Tanah Datar). Batu Gadang (Padangpariaman). Baringin (Agam).</p>
<p>Selaku nara sumber, didatangkan dari pihak akademisi, tokoh pendidikan, pihak Diknas Pusat, Diknas Sumbar, KNPI, LKAAM dan Konsultan Manajemen (pendidikan) Sumatera Barat. Peserta tadi, diharap bisa mensosialisasikan kembali program diperolehnya ke tengah masyarakat. Dan bisa meningkatkan prosentase kesadaran (kepedulian) wajib belajar di daerah masing-masing.</p>
<p>” Di tahun ajaran baru bulan Juli 2008 nanti, program-program diatas setidaknya bisa terealisasi. APK dan APM per daerah bisa merata. Dan seluruh anak usia belajar harus sudah tersentuh pendidikan,” harapnya<strong>.</strong><strong><span style="font-weight:normal;"> Sumber :</span></strong><strong> </strong><strong><span style="font-weight:normal;">http://tusrisep.wordpress.com</span></strong></p>
Posted in guru, pendidikan, solok selatan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=84&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/apk-pendidikan-solok-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dana BOS 2009</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/dana-bos-2009/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/dana-bos-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 06:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[ Besaran Dana BOS 2009 didasarkan index kemahalan
Jakarta, (ANTARA News) &#8211; Rencana kenaikan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2009 menjadi sebesar Rp12,2 triliun kepada sedikitnya 26 juta siswa dan 9,8 juta siswa SMP di seluruh Indonesia akan disertai dengan perubahan sistem pembagiannya.
Hasil rapat kerja antara pemerintah dan Komisi X DPR belum lama ini menghasilkan usulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=81&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--> <strong>Besaran Dana BOS 2009 didasarkan index kemahalan</strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Jakarta, (ANTARA News) &#8211; Rencana kenaikan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2009 menjadi sebesar Rp12,2 triliun kepada sedikitnya 26 juta siswa dan 9,8 juta siswa SMP di seluruh Indonesia akan disertai dengan perubahan sistem pembagiannya.</span></p>
<p>Hasil rapat kerja antara pemerintah dan Komisi X DPR belum lama ini menghasilkan usulan bahwa penghitungan dana BOS akan didasarkan pada indeks kemahalan daerah dan daya beli masyarakat, kata Direktur Pembinaan SMP Direktorat Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Depdiknas, Didi Suhardi dalam jumpa pers hasil capaian Wajib Belajar (wajar) 9 tahun di Gedung Depdiknas, Jakarta, Jumat.</p>
<p>&#8220;Artinya, setiap daerah akan berbeda-beda dalam penerimaan dana BOS. Semakin tinggi biaya yang dikeluarkan masing-masing siswa untuk bersekolah, akan semakin besar anggaran yang diberikan kepada masing-masing sekolah,&#8221; katanya.</p>
<p>Mekanisme baru ini, lebih memenuhi rasa keadilan bersama. Tidak bisa daya beli masyarakat di satu daerah dengan daerah lain disamakan, katanya.</p>
<p>Mengenai kemungkinan adanya gejolak karena perbedaan penerimaan anggaran BOS di masing-masing daerah, Didi menyebutkan hal itu sebagai sebuah proses pembelajaran. &#8220;Ini justru berpegang pada prinsip keadilan. Kalau daerah yang kaya tetap disamakan besarannya antara daerah yang tidak kaya, itu justru kurang adil,&#8221; katanya.</p>
<p>Di sisi lain, lanjut Didi Suhardi, peningkatan anggaran BOS juga dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) nasional sebesar 95 persen pada 2009. Berdasarkan data yang ada pada Depdiknas, masih ada 111 kabupaten/kota yang APK-nya di bawah 80 persen.</p>
<p>Untuk itu, pemerintah akan memberikan bimbingan teknis mulai dari sosialisasi sampai eksistensi penyusunan program wajar 9 tahun di masing-masing daerah.</p>
<p>Ia mengusulkan kenaikan dana BOS SD/SMP masing-masing untuk SD dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 dan SMP dari Rp400.000 menjadi Rp600.000 per anak/tahun.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sumber : http://www.antara.co.id</span></p>
Posted in guru, pendidikan, Strategi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=81&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/dana-bos-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KKM pada KTSP</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/kkm-pada-ktsp/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/kkm-pada-ktsp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 06:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[KTSP]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Implementasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sangat beragam, terutama didaerah. faktor penebabnya mungkin sangat komplek ya. Yang jelas KTSP seperti pada kebijakan Diknas dalam prakteknya sulit seperti idealnya.
Terutama kami lihat pada perhitungan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal ) ada yang ditetapkan per kecamatan per Kabupaten. dan cara perhitungannya sangat diragukan lho&#8230;. jangan &#8211; jangan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=78&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Implementasi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sangat beragam, terutama didaerah. faktor penebabnya mungkin sangat komplek ya. Yang jelas KTSP seperti pada kebijakan Diknas dalam prakteknya sulit seperti idealnya.</p>
<p>Terutama kami lihat pada perhitungan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal ) ada yang ditetapkan per kecamatan per Kabupaten. dan cara perhitungannya sangat diragukan lho&#8230;. jangan &#8211; jangan di terka saja  ha ha&#8230;..</p>
Posted in guru, KTSP, pendidikan, Strategi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=78&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/kkm-pada-ktsp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Berbasis ICT</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/pembelajaran-berbasis-ict/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/pembelajaran-berbasis-ict/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 05:44:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Deskripsi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[solok selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kab.Solok Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Pembelajaran berbasis ICT sudah merupakan suatu kebutuhan agar proses pembelajaran di sekolah benar &#8211; benar menuju kompetensi. sesuai dengan grafik pengalaman Dalle, bahwa proses pembelajaran dengan melihat, mendengar dan mencobakan akan lebih lama diingat  dst&#8230;
Tetapi perlu juga sedikit kita sikapi didaerah &#8211; daerah, terkadang para stakeholer tidak sama memberikan opsi maupun solusi. katakanlah dalam hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=75&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pembelajaran berbasis ICT sudah merupakan suatu kebutuhan agar proses pembelajaran di sekolah benar &#8211; benar menuju kompetensi. sesuai dengan grafik pengalaman Dalle, bahwa proses pembelajaran dengan melihat, mendengar dan mencobakan akan lebih lama diingat  dst&#8230;</p>
<p>Tetapi perlu juga sedikit kita sikapi didaerah &#8211; daerah, terkadang para stakeholer tidak sama memberikan opsi maupun solusi. katakanlah dalam hal pengadaan inventaris, terkadang belum sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan.</p>
<p>kembali ke pengembangan ICT terutama kami lihat di Sekolah Dasar sangat rendah. belum memiliki Laptop dan LCD, belum seberapa yang terkoneksi Internet. seyogyanya pemerintah dalam hal ini semua elemen pemerintah daerah harus komit untuk bersama-sama mengembangkan ICT ini disekolah, dengan cara memberikan peluang bagi sekolah untuk membeli perangkatnya dengan anggaran Pemda.</p>
<p>Peningkatan SDM guru sangat perlu sebagai penunjang pembelajaran berbasis ICT ini. Boleh dikatan di Sekolah Dasar guru yang menguasai teknologi sangat minim. ini juga pekerjaan rumah yang besar bagi Dinas Pendidikan. Dapat  dilaksanakan dengan kerja sama dengan ICT Center Kab/ Kota, Perguruan Tinggi maupun P4 TK.</p>
Posted in Deskripsi, guru, pendidikan, solok selatan Tagged: Kab.Solok Selatan, Mutu Pendidikan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=75&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2008/12/29/pembelajaran-berbasis-ict/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Pendidikan di Solok Selatan</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2008/12/01/perkembangan-pendidikan-di-solok-selatan/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2008/12/01/perkembangan-pendidikan-di-solok-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 01:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Kabupaten Solok Selatan  saat ini sedang giatnya berpacu memperluas akses pendidikan di berbagai bidang, bukan hanya pertumbuhan sekolah ditingkat dasar dan menengah. Sekolah Tinggi pun berkembang dengan sangat baik. saat ini telah ada STIE, STKIP, STKES dibaah yayasan Widyaswara Indonesia. Mahasiswa dari waktu ke waktu terus bertambah.
Sekolah Tinggi yang telah memiliki gedung sendiri ini akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=72&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_73" class="wp-caption alignleft" style="width: 98px"><a href="http://solselku.files.wordpress.com/2008/12/stkip.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-73" title="stkip" src="http://solselku.files.wordpress.com/2008/12/stkip.jpg?w=88&#038;h=96" alt="STKIP WI" width="88" height="96" /></a><p class="wp-caption-text">STKIP WI</p></div>
<p>Kabupaten Solok Selatan  saat ini sedang giatnya berpacu memperluas akses pendidikan di berbagai bidang, bukan hanya pertumbuhan sekolah ditingkat dasar dan menengah. Sekolah Tinggi pun berkembang dengan sangat baik. saat ini telah ada STIE, STKIP, STKES dibaah yayasan Widyaswara Indonesia. Mahasiswa dari waktu ke waktu terus bertambah.</p>
<p>Sekolah Tinggi yang telah memiliki gedung sendiri ini akan menjadi pelopor pendidikan Tinggi di Solok Selatan, dengan besarnya dukungan dari berbagai pihak.</p>
<p>Karakteristik Sekolah Tinggi tersebut adalah mengutamakan mutu, disiplin dan Pengabdian masyarakat dan lebih lagi dalam proses perkuliahan dengan memberdayakan sumber daya manusia setempat.</p>
<p>Semoga berjaya  Widyaswara..</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=72&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2008/12/01/perkembangan-pendidikan-di-solok-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://solselku.files.wordpress.com/2008/12/stkip.jpg?w=88" medium="image">
			<media:title type="html">stkip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Model-Model Pembelajaran</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2008/11/27/model-model-pembelajaran/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2008/11/27/model-model-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 02:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Deskripsi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[solok selatan]]></category>
		<category><![CDATA[stkip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[

Model-Model Pembelajaran
Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=64&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt; &lt;!  v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} --></p>
<p><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">Model-Model Pembelajaran</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Role Playing&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/metode-role-playing/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Metode Role Playing</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara      utuh.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat      digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui      pengamatan pada waktu melakukan permainan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Permainan merupakan pengalaman belajar yang      menyenangkan bagi anak.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/metode-pemecahan-masalah-problem-solving/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Berpikir dan bertindak kreatif.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk      menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan      kehidupan, khususnya dunia kerja.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan      metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa      untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian      atau konsep tersebut.</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang      dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Pembelajaran Berdasarkan Masalah&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/pembelajaran-berdasarkan-masalah/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Pembelajaran Berdasarkan Masalah</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Langkah-langkah:</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan      logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas      pemecahan masalah yang dipilih.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru membantu siswa mendefinisikan dan      mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut      (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang      sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan      masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan      karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan      temannya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau      evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka      gunakan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kelebihan:</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga      pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dapat memperoleh dari berbagai sumber. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kekurangan: </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut      tidak dapat tercapai.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Membutuhkan banyak waktu dan dana.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan      metode ini</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Cooperative Script&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/cooperative-script/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Cooperative Script</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Langkah-langkah:</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru membagi siswa untuk berpasangan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca      dan membuat ringkasan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan      sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin,      dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar      menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan      membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi      sebelumnya atau dengan materi lainnya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar      menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kesimpulan guru.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Penutup.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kelebihan:</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Setiap siswa mendapat peran.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan      lisan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kekurangan:</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh      kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Picture and Picture&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/16/picture-and-picture/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Picture and Picture</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Langkah-langkah: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2. Menyajikan materi sebagai pengantar. 3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. 5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. 6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. 7. Kesimpulan / rangkuman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kebaikan: 1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. 2. Melatih berpikir logis dan sistematis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kekurangan:Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Numbered Heads Together&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/14/numbered-heads-together/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Numbered Heads Together</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Langkah-langkah:</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap      kelompok mendapat nomor.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan      memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang      dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk      nomor yang lain.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kesimpulan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kelebihan:</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Setiap siswa menjadi siap semua.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang      pandai. </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kelemahan:</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh      guru.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/13/metode-investigasi-kelompok-group-investigation/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">a. Seleksi topik</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">b. Merencanakan kerjasama</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">c. Implementasi</span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">d. Analisis dan sintesis</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">e. Penyajian hasil akhir</span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">f. Evaluasi</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Jigsaw&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/13/27metode-jigsaw/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Metode Jigsaw</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Metode Team Games Tournament (TGT)&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/13/metode-team-games-tournament-tgt/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Metode Team Games Tournament (TGT)</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">1. Penyajian kelas </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2. Kelompok (team)</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">3. Game</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">4. Turnamen</span></strong><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">5. Team recognize (penghargaan kelompok)</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40</span></p>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"></p>
<hr size="2" /></span></div>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD)&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/10/metode-student-teams-%e2%80%93-achievement-divisions-stad/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD)</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Langkah-langkah:</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara      heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru menyajikan pelajaran.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan      oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota      lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa.      Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Memberi evaluasi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Penutup.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kelebihan: 1. Seluruh siswa menjadi lebih siap. 2. Melatih kerjasama dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kekurangan: 1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 2. Membedakan siswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Model Examples Non Examples&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/10/model-examples-non-examples/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Model Examples Non Examples</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Langkah-langkah:</span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan      pembelajaran.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat      OHP.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada      siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi      dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil      diskusinya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai      menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">KKesimpulan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kebaikan: 1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. 2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. 3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kekurangan: 1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 2. Memakan waktu yang lama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Model Lesson Study&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/10/model-lesson-study/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Model Lesson Study</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnyadisebut Jugyokenkyuu. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.25pt;text-indent:-13.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:20.25pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">a. Perencanaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:20.25pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">b. Praktek mengajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:20.25pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">c. Observasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:20.25pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.25pt;text-indent:-13.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.25pt;text-indent:-13.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">3. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.25pt;text-indent:-13.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.25pt;text-indent:-13.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.25pt;text-indent:-13.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:6.75pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.25pt;text-indent:-13.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:20.25pt;text-indent:-13.5pt;line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a href="http://gurupkn.wordpress.com/category/pembelajaran/model-model/page/3/"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:blue;">http://gurupkn.wordpress.com/category/pembelajaran/model-model/page/3/</span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Tautan Tetap ke &quot;Model Pembelajaran ARIAS&quot;" href="http://gurupkn.wordpress.com/2007/12/22/model-pembelajaran-arias/"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:&quot;color:blue;">Model Pembelajaran ARIAS</span></strong></a><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Abstrak. Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran yaitu assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Model ini sudah dicobakan di dua sekolah yang berbeda yaitu salah satu SD negeri di Kota Palembang (percobaan pertama) dan satu SD negeri di Sekayu, Kabupaten Musi Banyu Asin (percobaan kedua). Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil percobaan tersebut model pembelajaran ARIAS dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Kata kunci: motivasi berprestasi, hasil belajar siswa, ARIAS, kegiatan pembelajaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">1. Pendahuluan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Salah satu masalah dalam pembelajaran di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Suatu tes terhadap sejumlah siswa SD dari berbagai kabupaten dan propinsi menunjukkan hasil belajar siswa sangat rendah (Lastri 1993:12). Nilai Ebtanas siswa SD dalam kurun waktu lima tahun terakhir (1993/1994 sampai dengan 1997/1998) menunjukkan hasil belajar yang kurang menggembirakan (Depdikbud, 1998).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Menurut Suryabrata (1982: 27) yang termasuk faktor internal adalah faktor fisiologis dan psikologis (misalnya kecerdasan motivasi berprestasi dan kemampuan kognitif), sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah faktor lingkungan dan instrumental (misalnya guru, kurikulum, dan model pembelajaran). Bloom (1982: 11) mengemukakan tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif, motivasi berprestasi dan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran adalah kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan ini menyangkut model pembelajaran yang digunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Sering ditemukan di lapangan bahwa guru menguasai materi suatu subjek dengan baik tetapi tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Hal itu terjadi karena kegiatan tersebut tidak didasarkan pada model pembelajaran tertentu sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Timbul pertanyaan apakah mungkin dikembangkan suatu model pembelajaran yang sederhana, sistematik, bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar. Berkenaan dengan hal itu, maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan model pembelajaran ARIAS. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa, telah dicobakan pada sejumlah siswa di dua sekolah yang berbeda. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa model pembelajaran ARIAS memberi pengaruh yang positif terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, model pembelajaran ARIAS ini dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, dan sebagai suatu alternatif dalam usaha meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa. Tujuan percobaan lapangan ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap motivasi berprestasi dan hasil belajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2. Kajian Teori dan Pembahasan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2.1 Model Pembelajaran ARIAS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Model pembelajaran ARIAS merupakan modifikasi dari model ARCS. Model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction), dikembangkan oleh Keller dan Kopp (1987: 2-9) sebagai jawaban pertanyaan bagaimana merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori nilai harapan (expectancy value theory) yang mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention, relevance, confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp, 1987: 289-319).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin, 1987: 11-14). Namun demikian, pada model pembelajaran ini tidak ada evaluasi (assessment), padahal evaluasi merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi yang dilaksanakan tidak hanya pada akhir kegiatan pembelajaran tetapi perlu dilaksanakan selama proses kegiatan berlangsung. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai atau hasil belajar yang diperoleh siswa (DeCecco, 1968: 610). Evaluasi yang dilaksanakan selama proses pembelajaran menurut Saunders et al. seperti yang dikutip Beard dan Senior (1980: 72) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Mengingat pentingnya evaluasi, maka model pembelajaran ini dimodifikasi dengan menambahkan komponen evaluasi pada model pembelajaran tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dengan modifikasi tersebut, model pembelajaran yang digunakan mengandung lima komponen yaitu: attention (minat/perhatian); relevance (relevansi); confidence (percaya/yakin); satisfaction (kepuasan/bangga), dan assessment (evaluasi). Modifikasi juga dilakukan dengan penggantian nama confidence menjadi assurance, dan attention menjadi interest. Penggantian nama confidence (percaya diri) menjadi assurance, karena kata assurance sinonim dengan kata self-confidence (Morris, 1981: 80). Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil, melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Demikian juga penggantian kata attention menjadi interest, karena pada kata interest (minat) sudah terkandung pengertian attention (perhatian). Dengan kata interest tidak hanya sekedar menarik minat/perhatian siswa pada awal kegiatan melainkan tetap memelihara minat/perhatian tersebut selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Untuk memperoleh akronim yang lebih baik dan lebih bermakna maka urutannya pun dimodifikasi menjadi assurance, relevance, interest, assessment dan satisfaction. Makna dari modifikasi ini adalah usaha pertama dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa. Kegiatan pembelajaran ada relevansinya dengan kehidupan siswa, berusaha menarik dan memelihara minat/perhatian siswa. Kemudian diadakan evaluasi dan menumbuhkan rasa bangga pada siswa dengan memberikan penguatan (reinforcement). Dengan mengambil huruf awal dari masing-masing komponen menghasilkan kata ARIAS sebagai akronim. Oleh karena itu, model pembelajaran yang sudah dimodifikasi ini disebut model pembelajaran ARIAS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">2.2 Komponen Model Pembelajaran ARIAS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Seperti yang telah dikemukakan model pembelajaran ARIAS terdiri dari lima komponen (assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction) yang disusun berdasarkan teori belajar. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Deskripsi singkat masing-masing komponen dan beberapa contoh yang dapat dilakukan untuk membangkitkan dan meningkatkannya kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri), yaitu berhubungan dengan sikap percaya, yakin akan berhasil atau yang berhubungan dengan harapan untuk berhasil (Keller, 1987: 2-9). Menurut Bandura seperti dikutip oleh Gagne dan Driscoll (1988: 70) seseorang yang memiliki sikap percaya diri tinggi cenderung akan berhasil bagaimana pun kemampuan yang ia miliki. Sikap di mana seseorang merasa yakin, percaya dapat berhasil mencapai sesuatu akan mempengaruhi mereka bertingkah laku untuk mencapai keberhasilan tersebut. Sikap ini mempengaruhi kinerja aktual seseorang, sehingga perbedaan dalam sikap ini menimbulkan perbedaan dalam kinerja. Sikap percaya, yakin atau harapan akan berhasil mendorong individu bertingkah laku untuk mencapai suatu keberhasilan (Petri, 1986: 218). Siswa yang memiliki sikap percaya diri memiliki penilaian positif tentang dirinya cenderung menampilkan prestasi yang baik secara terus menerus (Prayitno, 1989: 42). Sikap percaya diri, yakin akan berhasil ini perlu ditanamkan kepada siswa untuk mendorong mereka agar berusaha dengan maksimal guna mencapai keberhasilan yang optimal. Dengan sikap yakin, penuh percaya diri dan merasa mampu dapat melakukan sesuatu dengan berhasil, siswa terdorong untuk melakukan sesuatu kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai hasil yang lebih baik dari sebelumnya atau dapat melebihi orang lain. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan diri serta menanamkan pada siswa gambaran diri positif terhadap diri sendiri. Menghadirkan seseorang yang terkenal dalam suatu bidang sebagai pembicara, memperlihatkan video tapes atau potret seseorang yang telah berhasil (sebagai model), misalnya merupakan salah satu cara menanamkan gambaran positif terhadap diri sendiri dan kepada siswa. Menurut Martin dan Briggs (1986: 427-433) penggunaan model seseorang yang berhasil dapat mengubah sikap dan tingkah laku individu mendapat dukungan luas dari para ahli. Menggunakan seseorang sebagai model untuk menanamkan sikap percaya diri menurut Bandura seperti dikutip Gagne dan Briggs (1979: 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Menggunakan suatu patokan, standar yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan (misalnya dengan mengatakan bahwa kamu tentu dapat menjawab pertanyaan di bawah ini tanpa melihat buku).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Memberi tugas yang sukar tetapi cukup realistis untuk diselesaikan/sesuai dengan kemampuan siswa (misalnya memberi tugas kepada siswa dimulai dari yang mudah berangsur sampai ke tugas yang sukar). Menyajikan materi secara bertahap sesuai dengan urutan dan tingkat kesukarannya menurut Keller dan Dodge seperti dikutip Reigeluth dan Curtis dalam Gagne (1987: 175-202) merupakan salah satu usaha menanamkan rasa percaya diri pada siswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Memberi kesempatan kepada siswa secara bertahap mandiri dalam belajar dan melatih suatu keterampilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Komponen kedua model pembelajaran ARIAS, relevance, yaitu berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman sekarang atau yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir sekarang atau yang akan datang (Keller, 1987: 2-9). Siswa merasa kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti memiliki nilai, bermanfaat dan berguna bagi kehidupan mereka. Siswa akan terdorong mempelajari sesuatu kalau apa yang akan dipelajari ada relevansinya dengan kehidupan mereka, dan memiliki tujuan yang jelas. Sesuatu yang memiliki arah tujuan, dan sasaran yang jelas serta ada manfaat dan relevan dengan kehidupan akan mendorong individu untuk mencapai tujuan tersebut. Dengan tujuan yang jelas mereka akan mengetahui kemampuan apa yang akan dimiliki dan pengalaman apa yang akan didapat. Mereka juga akan mengetahui kesenjangan antara kemampuan yang telah dimiliki dengan kemampuan baru itu sehingga kesenjangan tadi dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali (Gagne dan Driscoll, 1988: 140).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Dalam kegiatan pembelajaran, para guru perlu memperhatikan unsur relevansi ini. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi dalam pembelajaran adalah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Mengemukakan tujuan sasaran yang akan dicapai. Tujuan yang jelas akan memberikan harapan yang jelas (konkrit) pada siswa dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan tersebut (DeCecco,1968: 162). Hal ini akan mempengaruhi hasil belajar mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Mengemukakan manfaat pelajaran bagi kehidupan siswa baik untuk masa sekarang dan/atau untuk berbagai aktivitas di masa mendatang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Menggunakan bahasa yang jelas atau contoh-contoh yang ada hubungannya dengan pengalaman nyata atau nilai- nilai yang dimiliki siswa. Bahasa yang jelas yaitu bahasa yang dimengerti oleh siswa. Pengalaman nyata atau pengalaman yang langsung dialami siswa dapat menjembataninya ke hal-hal baru. Pengalaman selain memberi keasyikan bagi siswa, juga diperlukan secara esensial sebagai jembatan mengarah kepada titik tolak yang sama dalam melibatkan siswa secara mental, emosional, sosial dan fisik, sekaligus merupakan usaha melihat lingkup permasalahan yang sedang dibicarakan (Semiawan, 1991). (4) Menggunakan berbagai alternatif strategi dan media pembelajaran yang cocok untuk pencapaian tujuan. Dengan demikian dimungkinkan menggunakan bermacam-macam strategi dan/atau media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Komponen ketiga model pembelajaran ARIAS, interest, adalah yang berhubungan dengan minat/perhatian siswa. Menurut Woodruff seperti dikutip oleh Callahan (1966: 23) bahwa sesungguhnya belajar tidak terjadi tanpa ada minat/perhatian. Keller seperti dikutip Reigeluth (1987: 383-430) menyatakan bahwa dalam kegiatan pembelajaran minat/perhatian tidak hanya harus dibangkitkan melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan berbagai bentuk dan memfokuskan pada minat/perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Herndon (1987:11-14) menunjukkan bahwa adanya minat/perhatian siswa terhadap tugas yang diberikan dapat mendorong siswa melanjutkan tugasnya. Siswa akan kembali mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat/perhatian mereka. Membangkitkan dan memelihara minat/perhatian merupakan usaha menumbuhkan keingintahuan siswa yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Minat/perhatian merupakan alat yang sangat berguna dalam usaha mempengaruhi hasil belajar siswa. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk membangkitkan dan menjaga minat/perhatian siswa antara lain adalah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Menggunakan cerita, analogi, sesuatu yang baru, menampilkan sesuatu yang lain/aneh yang berbeda dari biasa dalam pembelajaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, misalnya para siswa diajak diskusi untuk memilih topik yang akan dibicarakan, mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang perlu dipecahkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran misalnya menurut Lesser seperti dikutip Gagne dan Driscoll (1988: 69) variasi dari serius ke humor, dari cepat ke lambat, dari suara keras ke suara yang sedang, dan mengubah gaya mengajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">- Mengadakan komunikasi nonverbal dalam kegiatan pembelajaran seperti demonstrasi dan simulasi yang menurut Gagne dan Briggs (1979: 157) dapat dilakukan untuk menarik minat/perhatian siswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Komponen keempat model pembelajaran ARIAS adalah assessment, yaitu yang berhubungan dengan evaluasi terhadap siswa. Evaluasi merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran yang memberikan keuntungan bagi guru dan murid (Lefrancois, 1982: 336). Bagi guru menurut Deale seperti dikutip Lefrancois (1982: 336) evaluasi merupakan alat untuk mengetahui apakah yang telah diajarkan sudah dipahami oleh siswa; untuk memonitor kemajuan siswa sebagai individu maupun sebagai kelompok; untuk merekam apa yang telah siswa capai, dan untuk membantu siswa dalam belajar. Bagi siswa, evaluasi merupakan umpan balik tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki, dapat mendorong belajar lebih baik dan meningkatkan motivasi berprestasi (Hopkins dan Antes, 1990:31). Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana kemajuan yang telah mereka capai. Apakah siswa telah memiliki kemampuan seperti yang dinyatakan dalam tujuan pembelajaran (Gagne dan Briggs, 1979:157). Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru tetapi juga oleh siswa untuk mengevaluasi diri mereka sendiri (self assessment) atau evaluasi diri. Evaluasi diri dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri, maupun terhadap teman mereka. Hal ini akan mendorong siswa untuk berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya agar mencapai hasil yang maksimal. Mereka akan merasa malu kalau kelemahan dan kekurangan yang dimiliki diketahui oleh teman mereka sendiri. Evaluasi terhadap diri sendiri merupakan evaluasi yang mendukung proses belajar mengajar serta membantu siswa meningkatkan keberhasilannya (Soekamto, 1994). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan Martin dan Briggs seperti dikutip Bohlin (1987: 11-14) bahwa evaluasi diri secara luas sangat membantu dalam pengembangan belajar atas inisiatif sendiri. Dengan demikian, evaluasi diri dapat mendorong siswa untuk meningkatkan apa yang ingin mereka capai. Ini juga sesuai dengan apa yang dikemukakan Morton dan Macbeth seperti dikutip Beard dan Senior (1980: 76) bahwa evaluasi diri dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, untuk mempengaruhi hasil belajar siswa evaluasi perlu dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi antara lain adalah: </span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Mengadakan evaluasi dan memberi umpan balik terhadap      kinerja siswa.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Memberikan evaluasi yang obyektif dan adil serta segera      menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi      terhadap diri sendiri.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Memberi kesempatan kepada siswa mengadakan evaluasi      terhadap teman.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yaitu yang berhubungan dengan rasa bangga, puas atas hasil yang dicapai. Dalam teori belajar satisfaction adalah reinforcement (penguatan). Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga/puas atas keberhasilan tersebut. Keberhasilan dan kebanggaan itu menjadi penguat bagi siswa tersebut untuk mencapai keberhasilan berikutnya (Gagne dan Driscoll, 1988: 70). Reinforcement atau penguatan yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada siswa adalah penting dan perlu dalam kegiatan pembelajaran (Hilgard dan Bower, 1975:561). Menurut Keller berdasarkan teori kebanggaan, rasa puas dapat timbul dari dalam diri individu sendiri yang disebut kebanggaan intrinsik di mana individu merasa puas dan bangga telah berhasil mengerjakan, mencapai atau mendapat sesuatu. Kebanggaan dan rasa puas ini juga dapat timbul karena pengaruh dari luar individu, yaitu dari orang lain atau lingkungan yang disebut kebanggaan ekstrinsik (Keller dan Kopp, 1987: 2-9). Seseorang merasa bangga dan puas karena apa yang dikerjakan dan dihasilkan mendapat penghargaan baik bersifat verbal maupun nonverbal dari orang lain atau lingkungan. Memberikan penghargaan (reward) menurut Thorndike seperti dikutip oleh Gagne dan Briggs (1979:</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> 88) sudah dilakukan secara luas di sekolah-sekolah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sumber : http://wijayalabs.wordpress.com</span></p>
Posted in Deskripsi, guru, pendidikan, solok selatan, stkip  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=64&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2008/11/27/model-model-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mambantai Kabau Gadang</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2008/11/24/mambantai-kabau-gadang/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2008/11/24/mambantai-kabau-gadang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 01:33:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Mambantai Kabau Gadang
Alam Pauh Duo
Menghadapi persiapan turun kesawah masyarakat Alam Pauh Duo Solok Selatan selalu menggelar acara turun temurun yang dinamakan “Mambantai Kabau Gadang” yang diadakan secara bersama oleh seluruh ninik mamak dan kemenakan yang ada di nagari Pauh Duo. Acara ini merupakan tradisi sebelum turun kesawah dengan diawali memperbaiki “kepala Bandar” (sumber pengairan) pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=61&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:16pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Mambantai Kabau Gadang</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Alam Pauh Duo</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Menghadapi<span> </span>persiapan turun kesawah masyarakat Alam Pauh Duo Solok Selatan selalu menggelar acara turun temurun yang dinamakan “Mambantai Kabau Gadang”<span> </span>yang diadakan<span> </span>secara bersama oleh seluruh ninik mamak dan kemenakan yang ada di nagari<span> </span>Pauh Duo. Acara ini merupakan tradisi sebelum turun kesawah dengan diawali memperbaiki “kepala Bandar”<span> </span>(sumber pengairan) pada hari itu dilaksanalan pemotongan Kerbau Besar oleh para pemimpin adat.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Kemudian daging kerbau didistribusikan ke masing – masing<span> </span>ninik mamak melalui kemenakannya . dan para kemenakan<span> </span>secara bersama memasak dan kemudian masakan itulah yang dibawa nantinya untuk Acara “Makan Gadang” yang dilaksanakan esoknya.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Acara makan bersamanya yang diadakan kemaren tanggal 23 Nopember 2008 sangat lah istimewa dan bermakna, karena pada saat inilah para ninik mamak dan kemenakan masing – masing berkumpul<span> </span>dilapangan mengikuti upacara adat dan do’a permohonan kepada Allah SWT agar nantinya hasil sawah berhasil dan terhindar dari hama penyakit, acara ini <span> </span>ditutup dengan makan bersama.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Pada acara kali ini,<span> </span>diadakan dilapangan bola Ujang – Jalan – Pinang Sinawa juga dihadiri oleh Bapak Bupati Solok Selatan.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Bupati Solok Selatan merasa bangga dengan adanya tradisi ini masih dilaksanakan dan mengimbau agar acara ini terus dilestarikan.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
Posted in Tradisi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=61&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2008/11/24/mambantai-kabau-gadang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN DI KEC. PAUH DUO</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2008/11/24/pendidikan-di-kec-pauh-duo/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2008/11/24/pendidikan-di-kec-pauh-duo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 01:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[
DESENTRALISASI PENDIDIKAN DI KEC. PAUH DUO
 
Undang-undang no: 22 tahun 1999  tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah telah merubah pelaksanaan mekanisme pembangunan di Indonesia. Walaupun dilandasi dengan pemikiran yang cukup baik - namun di dalam pelaksanaannya dituntut suatu bentuk persiapan yang comprehensive. Pelaksanaan dari otonomi daerah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=58&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE                           &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">DESENTRALISASI PENDIDIKAN DI KEC. PAUH DUO</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Undang-undang no: 22 tahun 1999 <span> </span>tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang 25 tahun 1999 tentang<span> </span>Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah telah merubah pelaksanaan mekanisme pembangunan di Indonesia. Walaupun dilandasi dengan pemikiran yang cukup baik<span> </span>- namun di dalam pelaksanaannya dituntut suatu bentuk persiapan yang comprehensive. Pelaksanaan dari otonomi daerah mempunyai implikasi yang sangat significant terhadap pemanfaatan sumberdaya alam di seluruh kabupaten/kota.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dalam masa transisi, dimana pemerintah kabupaten/kota sedang mempersiapkan diri untuk <span> </span>meningkatkan ‘’pendapatan asli<span> </span>daerah’’ banyak terjadi “pengurasan “ sumberdaya alam yang dapat dikatakan berlebihan.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Upaya untuk mengembangkan sumberdaya manusia yang tanggap terhadap permasalahan pembangunan serta berdaya saing tinggi merupakan suatu kebutuhan yang segera harus dipenuhi dalam menghadapi era otonomi. Cara berpikir yang selama ini diwarnai dengan kekakuan birokrasi kiranya perlu bergeser kepada pemikiran yang akomodatif dan dinamis. Disamping itu stakeholder dalam pembangunan tidak lagi didominasi oleh pemerintah namun keterlibatan masyarakat dan swasta menjadi penting artinya.<span> </span>Konsekwensi logis dari phenomena di atas kiranya menuntut adanya suatu bentuk pergeseran dari pendekatan yang selama ini didominasi oleh pendekatan sektoral menjadi pendekatan pembangunan yang sifatnya regional.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Menyikapi era desentralisasi di bidang pendidikan tadi, yang pada sasaranya adalah melahirkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing. Misalkan saja untuk daerah kita Solok Selatan yang potensial dengan pertanian, alangkah baiknya pengembangan kurikulum kearah penyediaan sumber daya manusia pertanian.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Renstra pendidikan di era desentralisasi kiranya sangat riskan juga menurut pandangan kami, kenapa tidak saat daerah masih berbenah dibidang pendidikan berbagai asumsi dan fenomena pendidikan di lounching pemerintah pusat. Seperti perombakan sistim kurikulum, manajemen, maupun dalam pengkuran Ujian Nasional. Juga di tingkat Kabupaten sendiri, restrukturisasi, rekruitmen, mutasi,<span> </span>anggaran pendidikan juga merupakan permasalahan seginifikan terhadap proses pendidikan di Solok Selatan.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Desentralisasi pendidikan<span> </span>dari lini paling bawah, yaitu Kecamatan ( kec. Pauh Duo ) dapatlah dikatakan masih embrionya saja. Sebab dalam mengadopsi suatu inovasi perlu rentang waktu cukup lama bagi para stakeholder pendidikan itu sendiri. Katakanlah UPTD, Pengawas, Kepala Sekolah dan tak kalah penting dalam desentralisasi adalah peran serta masyarakat sekitar. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Memang, sudah digulirnya Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ), proyek – proyek pendukung lainnya. Tetapi masih sangat jauh dari apa yang kita harapkan. Kita tidak juga pesimis, seperti diutarakan tadi masih embrio berarti kedepan akan terus tumbuh dan berkembang.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pauh Duo sendiri merupakan daerah kecamatan yang sangat muda, jika kita lihat implementasi dari otonomi pendidikan itu sendiri beberapa hal dapat disampaikan :</span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kondisi daerah sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakat lingkungan sekolah</span></em><!--[endif]--></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Kepala Sekolah harus benar-benar memahami pendidikan diera desentralisasi. Memiliki manajemen berbasis sekolah yang baik, serta mampu sebagai inovator dan rentan terhadap perkembangan IPTEK</span></em><!--[endif]--></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Perlu renstra pendidikan yang handal, dari UPTD Pendidikan bekerjasama dengan Kasi Pendikan dan Kesehatan Kecamatan, Tokoh masyarakat, Puskesmasy dan praktisi pendidikan itu sendiri</span></em><!--[endif]--></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 36pt;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pada awal sekarang ini UPTD Pendidikan Pauh Duo telah berupaya menyikapi otonomi pendidikan ini dikecamatan dengan program :</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 0;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di lingkungan sekolah dengan memberi peluang pemanfaatan sumberdaya yang ada di masyarakat, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah (School Based Management)</span></em><!--[endif]--></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Mengangkat seni budaya daerah<span> </span>sebagai muatan local dan pengembangan diri.</span></em><!--[endif]--></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 36pt;"><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Program ini telah terlaksana di beberapa Sekolah Dasar di Pauh Duo. Seperti mengangkat kesenian Randai</span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#333333;">Memantau penyaluran dan pemanfatan Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS) dan Bantuan Khusus Murid (BKM)</span></em><!--[endif]--></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:normal;margin:0 4pt .0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;color:#333333;">Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dimasing-masing sekolah, yang benar hasil verifikasi dan kerjasama dengan masyarakat.</span></em><!--[endif]--></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-right:4pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel, sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas (broad base education).</span></em><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 4pt 10pt 18pt;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Bertolak dari perubahan paradigma pendidikan yang menekankan pada kecakapan hidup diharapkan lulusan suatu jenjang pendidikan memiliki kompetensi dasar yaitu kemampuan yang secara umum harus dikuasai lulusan.<span> </span>Kompetensi lulusan merupakan modal utama untuk bersaing di tingkat global. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:4pt;text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></em></p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=58&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2008/11/24/pendidikan-di-kec-pauh-duo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ICT HARUS DI GUNAKAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN</title>
		<link>http://solselku.wordpress.com/2008/11/21/ict-harus-di-gunakan-sebagai-media-pembelajaran/</link>
		<comments>http://solselku.wordpress.com/2008/11/21/ict-harus-di-gunakan-sebagai-media-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 02:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>solselku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://solselku.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 31/5/2007 (Kominfo-Newsroom) – Dirjen Dikdasmen Depdiknas Prof Suyanto Ph.D mengatakan, program telekomunikasi dalam bentuk teknologi informasi komunikasi (TIK) atau Information Communication and Technology (ICT) merupakan program nasional yang penerapannya kini digunakan sebagai media pembelajaran.
Hal itu karena ICT termasuk komponen standar sarana dan prasarana pendidikan dari kedelapan komponen SNP yang harus dipenuhi sekolah untuk menuju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=48&subd=solselku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jakarta, 31/5/2007 (Kominfo-Newsroom) – Dirjen Dikdasmen Depdiknas Prof Suyanto Ph.D mengatakan, program telekomunikasi dalam bentuk teknologi informasi komunikasi (TIK) atau <em>Information Communication and Technology</em> (ICT) merupakan program nasional yang penerapannya kini digunakan sebagai media pembelajaran.</p>
<p>Hal itu karena ICT termasuk komponen standar sarana dan prasarana pendidikan dari kedelapan komponen SNP yang harus dipenuhi sekolah untuk menuju sekolah kategori mandiri dan sekolah bertaraf international yang saat ini sedang dirintis di seluruh Indonesia mulai 2007.</p>
<p>”Penerapan ICT di bidang pendidikan meliputi mata pelajaran TIK, model pembelajaran interaktif, termasuk dalam pengelolaan nilai siswa dan alat bantu manajemen,” kata Prof. Suyanto dalam sambutan tertulisnya pada Sosialisasi Bidang Telekomunikasi Bagi Siswa SMU dan SMK se-DKI Jakarta yang dibacakan oleh Saur Tampubolon dari Ditjen Mandikdasmen Depdiknas.</p>
<p>Sementara penerapan ICT di bidang pendidikan, meliputi mata pelajaran TIK, model pembelajaran interaktif (ICT <em>Based Learning</em>), termasuk dalam pengelolaan nilai siswa dan alat bantu manajemen.</p>
<p>Program pemanfaatan dan penggunaan telekomunikasi tersebut juga telah diamanatkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni dalam pembelajaran menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan media lain.</p>
<p>Untuk itu, berdasar penjabaran amanat tersebut dalam PP Nomor 19 tahun 2005 yakni untuk menunjang proses pembelajaran, maka dapat menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga secara operasional ICT dijadikan sebagai mata pelajaran pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.</p>
<p>Sementara Direktorat Pembinaan SMK, ICT juga dikembangkan dalam bentuk jaring internet yang menghubungkan SMK, jaringan info sekolah di kabupaten/kota, <em>Wide Area Network</em>, ICT <em>Center </em>dan pemetaan sekolah (<em>School Mapping</em>).</p>
<p>Depdiknas juga menetapkan pilar pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia cerdas komprehensif dan kompetitif secara internasional melalui pemerataan dan perluasan akses penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.</p>
<p>Karenanya, peran ICT terhadap ketiga pilar tersebut sangat besar, terutama dalam pilar kedua yakni peningkatan mutu, relevansi dan daya saing.</p>
<p>“Depdiknas mendukung program sosialisasi ini dan berharap agar ditingkatkan kerjasama yang lebih baik serta desiminasikan ke siswa di seluruh Indonesia,” imbuhnya. (T. hsn/toeb/c)</p>
<p>sumber : http://www.depkominfo.go.id</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/solselku.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/solselku.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/solselku.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/solselku.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/solselku.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/solselku.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/solselku.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/solselku.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/solselku.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/solselku.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=solselku.wordpress.com&blog=3641963&post=48&subd=solselku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://solselku.wordpress.com/2008/11/21/ict-harus-di-gunakan-sebagai-media-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/292a3c6e660ecfa8a7e6ba7bc4a089f4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">solselku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>