Mambantai Kabau Gadang

November 24, 2008

Mambantai Kabau Gadang

Alam Pauh Duo

Menghadapi persiapan turun kesawah masyarakat Alam Pauh Duo Solok Selatan selalu menggelar acara turun temurun yang dinamakan “Mambantai Kabau Gadang” yang diadakan secara bersama oleh seluruh ninik mamak dan kemenakan yang ada di nagari Pauh Duo. Acara ini merupakan tradisi sebelum turun kesawah dengan diawali memperbaiki “kepala Bandar” (sumber pengairan) pada hari itu dilaksanalan pemotongan Kerbau Besar oleh para pemimpin adat.

Kemudian daging kerbau didistribusikan ke masing – masing ninik mamak melalui kemenakannya . dan para kemenakan secara bersama memasak dan kemudian masakan itulah yang dibawa nantinya untuk Acara “Makan Gadang” yang dilaksanakan esoknya.

Acara makan bersamanya yang diadakan kemaren tanggal 23 Nopember 2008 sangat lah istimewa dan bermakna, karena pada saat inilah para ninik mamak dan kemenakan masing – masing berkumpul dilapangan mengikuti upacara adat dan do’a permohonan kepada Allah SWT agar nantinya hasil sawah berhasil dan terhindar dari hama penyakit, acara ini ditutup dengan makan bersama.

Pada acara kali ini, diadakan dilapangan bola Ujang – Jalan – Pinang Sinawa juga dihadiri oleh Bapak Bupati Solok Selatan.

Bupati Solok Selatan merasa bangga dengan adanya tradisi ini masih dilaksanakan dan mengimbau agar acara ini terus dilestarikan.


Tradisi yang perlu dilestarikan

Mei 4, 2008

Solok Selatan kabupaten baru di selatan Sumatera Barat sangat kaya dengan potensi Alam sera budaya yang dapat diangkat sebagai asset pariwisata. Pada 7kecamatan yang ada masing – masing kecamatan memiliki ciri khas tradisi dan budaya serta alam yang dapat dikembangkan lagi.

misalnya di Kecamatan baru Pauh Duo, memiliki sumber air panas alam yang telah mulai ditata kembali. memiliki sumber air bersih juga yang sangat mungkin sebagai sumber air kemasan. tradisi dimasyarakat masih sangat kental dengan nuansa  Islami.

Salah satu tradisi di Pauh Duo yaitu acara memperingati hari Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, masing-masing TPA, Surau dan tempat-tempat belajar mengaji anak-anak melaksanakan acara “Ma arak bungo Lamang”

Maarak bungo lamang adalah tradisi menghias Lamang (makanan dari ketan yang ditaruh dalam bambu). lamang tersebut diberi pernik-pernik dan jumbai-jumbai yang diujungnya di lemkan uang kertas  seribuan, lima ribuan dst, tergantung berapa niat untuk memberinya.

lamang yang sudah dihias dan diberi uang tadi diarak anak-anak surau itu  sepanjang jalan yang diiringi musik tradisionil bernuansakan Islami ketempat tujuan acara (biasanya Mesjid)

sampai semua peserta dari berbagai kelompok anak ngaji itu diMesjid tujuan, panitia memunguti uang yang ada dimasing-masing Lamang yang diarak tadi. jumlah uang sangat tergantung pada jumlah peserta yang membawa bungo Lamang dan besarnya uang pecahan yang di pasang di ujung Bungo lamang

Di Mesjid semua berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama, selanjutnya Lamang tadi di sajikan untuk dimakan bersama.