Jakarta, 31/5/2007 (Kominfo-Newsroom) – Dirjen Dikdasmen Depdiknas Prof Suyanto Ph.D mengatakan, program telekomunikasi dalam bentuk teknologi informasi komunikasi (TIK) atau Information Communication and Technology (ICT) merupakan program nasional yang penerapannya kini digunakan sebagai media pembelajaran.
Hal itu karena ICT termasuk komponen standar sarana dan prasarana pendidikan dari kedelapan komponen SNP yang harus dipenuhi sekolah untuk menuju sekolah kategori mandiri dan sekolah bertaraf international yang saat ini sedang dirintis di seluruh Indonesia mulai 2007.
”Penerapan ICT di bidang pendidikan meliputi mata pelajaran TIK, model pembelajaran interaktif, termasuk dalam pengelolaan nilai siswa dan alat bantu manajemen,” kata Prof. Suyanto dalam sambutan tertulisnya pada Sosialisasi Bidang Telekomunikasi Bagi Siswa SMU dan SMK se-DKI Jakarta yang dibacakan oleh Saur Tampubolon dari Ditjen Mandikdasmen Depdiknas.
Sementara penerapan ICT di bidang pendidikan, meliputi mata pelajaran TIK, model pembelajaran interaktif (ICT Based Learning), termasuk dalam pengelolaan nilai siswa dan alat bantu manajemen.
Program pemanfaatan dan penggunaan telekomunikasi tersebut juga telah diamanatkan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni dalam pembelajaran menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan media lain.
Untuk itu, berdasar penjabaran amanat tersebut dalam PP Nomor 19 tahun 2005 yakni untuk menunjang proses pembelajaran, maka dapat menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga secara operasional ICT dijadikan sebagai mata pelajaran pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
Sementara Direktorat Pembinaan SMK, ICT juga dikembangkan dalam bentuk jaring internet yang menghubungkan SMK, jaringan info sekolah di kabupaten/kota, Wide Area Network, ICT Center dan pemetaan sekolah (School Mapping).
Depdiknas juga menetapkan pilar pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia cerdas komprehensif dan kompetitif secara internasional melalui pemerataan dan perluasan akses penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.
Karenanya, peran ICT terhadap ketiga pilar tersebut sangat besar, terutama dalam pilar kedua yakni peningkatan mutu, relevansi dan daya saing.
“Depdiknas mendukung program sosialisasi ini dan berharap agar ditingkatkan kerjasama yang lebih baik serta desiminasikan ke siswa di seluruh Indonesia,” imbuhnya. (T. hsn/toeb/c)
sumber : http://www.depkominfo.go.id