Tradisi yang perlu dilestarikan

Solok Selatan kabupaten baru di selatan Sumatera Barat sangat kaya dengan potensi Alam sera budaya yang dapat diangkat sebagai asset pariwisata. Pada 7kecamatan yang ada masing – masing kecamatan memiliki ciri khas tradisi dan budaya serta alam yang dapat dikembangkan lagi.

misalnya di Kecamatan baru Pauh Duo, memiliki sumber air panas alam yang telah mulai ditata kembali. memiliki sumber air bersih juga yang sangat mungkin sebagai sumber air kemasan. tradisi dimasyarakat masih sangat kental dengan nuansa  Islami.

Salah satu tradisi di Pauh Duo yaitu acara memperingati hari Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, masing-masing TPA, Surau dan tempat-tempat belajar mengaji anak-anak melaksanakan acara “Ma arak bungo Lamang”

Maarak bungo lamang adalah tradisi menghias Lamang (makanan dari ketan yang ditaruh dalam bambu). lamang tersebut diberi pernik-pernik dan jumbai-jumbai yang diujungnya di lemkan uang kertas  seribuan, lima ribuan dst, tergantung berapa niat untuk memberinya.

lamang yang sudah dihias dan diberi uang tadi diarak anak-anak surau itu  sepanjang jalan yang diiringi musik tradisionil bernuansakan Islami ketempat tujuan acara (biasanya Mesjid)

sampai semua peserta dari berbagai kelompok anak ngaji itu diMesjid tujuan, panitia memunguti uang yang ada dimasing-masing Lamang yang diarak tadi. jumlah uang sangat tergantung pada jumlah peserta yang membawa bungo Lamang dan besarnya uang pecahan yang di pasang di ujung Bungo lamang

Di Mesjid semua berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama, selanjutnya Lamang tadi di sajikan untuk dimakan bersama.

Satu Tanggapan ke “Tradisi yang perlu dilestarikan”

  1. marola Berkata:

    Agiah tarui pak Guruu… =))

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.